Sering kali kita diperhadapkan pada situasi sulit, dimana kita harus
berkata "jujur" namun menyakiti orang lain, dan jika kita "berbohong"
akan melanggar prinsip Firman Tuhan.
Disatu sisi kita harus berlaku jujur, disisi lain kita harus menjaga perasaan orang lain agar tidak tersakiti oleh perkataan kita.
Jikalau anda berada pada posisi seperti diatas, manakah yang harus anda pilih, berkata "jujur" apa adanya?
Atau berkata "bohong" namun tidak menyakiti perasaan orang tersebut?
Bagaimanakah sikap kita saat berhadapan dengan masalah seperti diatas!!??
Alkitab mengajarkan kepada kita untuk berkata"Ya" jikalau itu memang sebuah kebenaran. Dan "Tidak" jika hal itu memang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, meskipun ada "harga" atau "resiko" kehilangan teman, sahabat, keluarga dsb. Sebab kebenaran itu adalah "ya" dan "amin", tidak ada kata "mudah-mudahan" atau "abu-abu" didalamnya. Apapun resikonya, jika itu salah dan hal itu tidak menyenangkan hati Tuhan, maka kita harus dengan tegas mengatakan "salah". Dan jika itu memang benar adanya, maka kita harus berkata dengan tegas bahwa itu adalah "benar." Jikalau kita berkompromi, dengan menggunakan kata-kata manis serta berbohong hanya karena takut teman, sahabat maupun keluarga yang mendengarnya tersinggung atau tersakiti, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kita telah menyakiti Juruselamat kita yang tidak memperbolehkan anak-anak-Nya untuk berbohong dengan alasan apapun.
Didalam pelayanannya, Paulus seringkali diperhadapkan dengan situasi seperti diatas, dan paulus lebih memilih untuk menyenangkan Tuhannya daripada menyenangkan hati orang lain---Jadi bagaimana sekarang; adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekirannya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus (Gal 1;10)---dan oleh karena keberanian Paulus didalam berkata benar, maka banyak orang yang tidak suka padanya, sehingga ia berkata"Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Gal 4:16). Sebab Paulus menyadari, bahwa ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk melawan kebenaran; yang dapat diperbuatnya adalah untuk kebenaran (2Kor 13:8)
Tuhan Yesus Memberkati.
Disatu sisi kita harus berlaku jujur, disisi lain kita harus menjaga perasaan orang lain agar tidak tersakiti oleh perkataan kita.
Jikalau anda berada pada posisi seperti diatas, manakah yang harus anda pilih, berkata "jujur" apa adanya?
Atau berkata "bohong" namun tidak menyakiti perasaan orang tersebut?
Bagaimanakah sikap kita saat berhadapan dengan masalah seperti diatas!!??
Alkitab mengajarkan kepada kita untuk berkata"Ya" jikalau itu memang sebuah kebenaran. Dan "Tidak" jika hal itu memang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, meskipun ada "harga" atau "resiko" kehilangan teman, sahabat, keluarga dsb. Sebab kebenaran itu adalah "ya" dan "amin", tidak ada kata "mudah-mudahan" atau "abu-abu" didalamnya. Apapun resikonya, jika itu salah dan hal itu tidak menyenangkan hati Tuhan, maka kita harus dengan tegas mengatakan "salah". Dan jika itu memang benar adanya, maka kita harus berkata dengan tegas bahwa itu adalah "benar." Jikalau kita berkompromi, dengan menggunakan kata-kata manis serta berbohong hanya karena takut teman, sahabat maupun keluarga yang mendengarnya tersinggung atau tersakiti, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kita telah menyakiti Juruselamat kita yang tidak memperbolehkan anak-anak-Nya untuk berbohong dengan alasan apapun.
Didalam pelayanannya, Paulus seringkali diperhadapkan dengan situasi seperti diatas, dan paulus lebih memilih untuk menyenangkan Tuhannya daripada menyenangkan hati orang lain---Jadi bagaimana sekarang; adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekirannya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus (Gal 1;10)---dan oleh karena keberanian Paulus didalam berkata benar, maka banyak orang yang tidak suka padanya, sehingga ia berkata"Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Gal 4:16). Sebab Paulus menyadari, bahwa ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk melawan kebenaran; yang dapat diperbuatnya adalah untuk kebenaran (2Kor 13:8)
Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Komentar dengan Santun