Bacaan : Yohanes 14:15
" Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala
perintah - perintah-KU ".
Suatu hari, seorang dosen Teologi memasuki sebuah kelas,
meletakkan sebuah papan Target besar berbentuk lingkaran
dan tak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan
banyak anak panah di atasnya, serta ada kertas dan
perlengkapan untuk menggambar.
Saat itu, ia berkata kepada mahasiswa/i nya:
" Masing - masing ambilah selembar kertas dan alat gambar,
lalu gambarlah wajah seseorang yang Anda tidak suka, orang
yang selalu membuat marah ". Ada yang menggambar wajah
temannya, ada juga seorang mahasiswa menggambar wajah
ayahnya, ada pula wajah rektor dan dosen - dosen yang
tidak mereka sukai. Masing - masing mahasiswa sudah
menyelesaikan gambarnya.
Secara bergiliran mereka mulai menyematkan hasil gambar
mereka ke papan target, lalu mereka mulai melemparkan
anak - anak panah pada gambar tersebut. Beberapa orang
mahasiswa menunjukkan kebencian sekaligus rasa puas
ketika melemparkan anak panah pada gambar orang yang
dibencinya.
Tak berapa lama, sang Dosen menyuruh mereka untuk
kembali duduk karena waktunya sudah habis. Sang dosen
menurunkan gambar dan juga papan Target dari tembok.
Kini tampak adalah gambar YESUS yang ternyata berada
dibalik papan Target tersebut.
Keheningan memenuhi kelas ketika setiap mahasiswa
memandang gambar Yesus tersebut.
Gambar wajah dan mata-Nya penuh lubang, bahkan ada yang
robek karena hujaman anak - anak panah tadi. Sang dosen
hanya berkata singkat. " Apa yang kamu lakukan terhadap
sesamamu, kamu telah melakukannya terhadap YESUS ".
Puluhan pasang mata mahasiswa menitikkan air mata. Mereka
kini menyadari bahwa dengan membenci sesamanya, mereka
telah melukai hati Yesus.
Kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada
sesama, karena mengasihi sesama merupakan perintah
Tuhan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi
Yesus, tetapi kita masih membenci sesama kita.
" Jika saat ini kita masih menyimpan kebencian kepada
seseorang, ingatlah bahwa target kebencian kita adalah
Yesus. Karena apa yang kita lakukan terhadap sesama, kita
juga telah melakukannya terhadap YESUS "
Tuhan Yesus memberkati.
" Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala
perintah - perintah-KU ".
Suatu hari, seorang dosen Teologi memasuki sebuah kelas,
meletakkan sebuah papan Target besar berbentuk lingkaran
dan tak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan
banyak anak panah di atasnya, serta ada kertas dan
perlengkapan untuk menggambar.
Saat itu, ia berkata kepada mahasiswa/i nya:
" Masing - masing ambilah selembar kertas dan alat gambar,
lalu gambarlah wajah seseorang yang Anda tidak suka, orang
yang selalu membuat marah ". Ada yang menggambar wajah
temannya, ada juga seorang mahasiswa menggambar wajah
ayahnya, ada pula wajah rektor dan dosen - dosen yang
tidak mereka sukai. Masing - masing mahasiswa sudah
menyelesaikan gambarnya.
Secara bergiliran mereka mulai menyematkan hasil gambar
mereka ke papan target, lalu mereka mulai melemparkan
anak - anak panah pada gambar tersebut. Beberapa orang
mahasiswa menunjukkan kebencian sekaligus rasa puas
ketika melemparkan anak panah pada gambar orang yang
dibencinya.
Tak berapa lama, sang Dosen menyuruh mereka untuk
kembali duduk karena waktunya sudah habis. Sang dosen
menurunkan gambar dan juga papan Target dari tembok.
Kini tampak adalah gambar YESUS yang ternyata berada
dibalik papan Target tersebut.
Keheningan memenuhi kelas ketika setiap mahasiswa
memandang gambar Yesus tersebut.
Gambar wajah dan mata-Nya penuh lubang, bahkan ada yang
robek karena hujaman anak - anak panah tadi. Sang dosen
hanya berkata singkat. " Apa yang kamu lakukan terhadap
sesamamu, kamu telah melakukannya terhadap YESUS ".
Puluhan pasang mata mahasiswa menitikkan air mata. Mereka
kini menyadari bahwa dengan membenci sesamanya, mereka
telah melukai hati Yesus.
Kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada
sesama, karena mengasihi sesama merupakan perintah
Tuhan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi
Yesus, tetapi kita masih membenci sesama kita.
" Jika saat ini kita masih menyimpan kebencian kepada
seseorang, ingatlah bahwa target kebencian kita adalah
Yesus. Karena apa yang kita lakukan terhadap sesama, kita
juga telah melakukannya terhadap YESUS "
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Komentar dengan Santun